Buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca karena dilengkapi dengan gambar-gambar yang menarik. Cerita-cerita dalam buku ini dapat menumpuk sikap demokratis sejak dini mulai dari hal-hal yang sederhana. Anak-anak diajak untuk menyelesaikan masalah secara demokratis dan bertanggung jawab
Suatu hari Bunda dan Alma berbelanja kebutuhan sehari-hari di minimarket. Saat Bunda sedang memilih-milih, Alma secara diam-diam memasukkan e krim kedalam keranjang belanja. Bunda baru menyadari ketika, sudah antri di depan kasir. Apakah Alma akan mengakui perbuatannya kepada Bunda ?
Nayla hendak bersepeda. Kak Naj memperingatkan Nayla agar memaki jilbabnya. " Rambut Kakak juga kelihatan, kenapa tidak pakai peci?" kata Nayla. Akankah Nayla, mau memaki jilbabnya?
Bunda sangat menikamti jalan-jalan pagi ini bersama putri kecilnya, Najma. Tapi mengapa Najma diam, ya? Apakah Najma tidak gembira?
Saat berolahraga di tanam, Fara dan Fauzan menemukan jeruk yang menggelinding ke arah mereka. Sseseorang mungkin menjatuhkannya. Apa ya yang akan Fara dan Fauzan lakukan ?
Taukah kalian bahwa janji itu harus ditepati? Apakah kalian pernah melupakan janji? Jika pernah, jangan diulangi lagi ya!!!! Seperti Fahri dan Dika, mereka nyaris melupakan janji mereka. Kira-kira apa yang mereka berdua janjikan ya ?
Ammar dan Amira berlibur ke tempat kakek. Senangna. Lho, kenapa Amira menangis? Dan kenapa Amar terlihat kesal?
Om Amir berkunjung ke rumah Rania. "Rania ada om Amir kok malah ditinggal main Hp?" Tegur ayah. Apakah Rania akan terus asyik main HP atau bermain-main dengan Om Amir?
Rara punya koleksi mainan yang banyak sekali. Ia memang sangat suka bermain. Akan tetapi, Rara sangat malas memberekan mainannya. Setiap diingatkan bunda, ia selalu menjawab : nanti. nanti dan nanti. Suatu saat mainannya hilang !!! Apakah Rara, akan berhasil menemukannya
Ahsan sedang bermain puzzle sambil makan kue. Tiba-tiba, mainan Ahsan dipenuhi dengan semut!!! Lhoh, kenapa bisa begitu? Apa yang menyebabkan semut-semut itu mendatangi mainan Ahsan, ya?