Rindu Rindu yang kutitipkan melalui kawan Rindu yang kutinggalkan di bangku taman Rindu yang kulayangkan ke awan-awan Rindu yang kutambatkan di pelabuhan Rindu yang kuletakkan di atas nampan Rindu yang kulirikkan dalam nyayian Rindu yang yang kusiratkan dalam tulisan Rindu yang kuratapi dengan tangisan Sudahkah kau temukan?
Ucapan Jesthine seperti sebuah mantra yang menyadarkanku, bahwa mengulang kematian itu sulit dan teror yang selama ini aku alami itu nyata
Buku ditangan anda ini benar-benar unik, susah menggambarkan isinya. Tapi kira-kira seperti ini, Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk hubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka
Gorge dan Timmy hilang, apakah mereka diculik? Mengapa ada orang yang masuk ke Pondok Kirrin dan mengobrak-abrik ruang kerja Paman Quentin? Lima Sekawan yakin kedua hal itu berhubungan, tapi apa hubungannya? Dan bagaimana mereka dapat memecahkan misteri itu, kalau mereka tinggal bertiga?
Benarkah masihhhh ada penyelundup di Sarng Penyelundup? Lima Sekawan peri berlibur di sebuah rumah tua dan menemukan tempat-tempat persembunyian rahasia serta lorong-lorong bawah tanah! Mereka juga melihat beberapa orang mengirimkan sinyal-sinyal rahasia ke laut.... Siapakah para penyelundup ini sebenarnya?
Lima Sekawan pergi kamping dekat rumah seorang ilmuwan terkemuka. Pada suatu hari kertas kerja-rahasia hilang dari rumah ilmuwan itu. Mampukah Lima Sekawan mengungkap siapa pencuri itu?
Dick diculik ! Lima Sekawan mengikuti jejak penculiknya dan mereka sampai ke rumah besar yang terpencil. Tapi.....Lima Sekawan, akhirnya terperangkap dan ikut dikurung! Dapatkah mereka membebaskan diri?
Lima Sekawan punya teman baru seorang pilot. Tapi teman pilot itu hialng dan dituduh telah membawa lari pesawat eksperimen rahasia. Betulakh pilot itu, Jeff seorang pengkhianat? Lima Sekawan tak mungki percaya begitu saja, tanpa menyedlidiki segalanya lebih dalam
Mendengar cerita Minten bahwa kedatangannya di tempat ini karena sengaja pergi dari rumah, Bude Sukir terperangah tak mampu mengucap sepatah kata pun